HAKIKAT BIOLOGI DAN KINERJA ILMIAH
PEMBUKANN &
Biologi berasal dari gabungan kata bahasa Yunani, bios (hidup) dan logos
(lambang, ilmu).
Dulu biologi dibagi menjadi dua study makhluk hidup,yakni
1. Botany (Ilmu yang mempelajari tumbuhan)
2. zoology (Ilmu yang mempelajari hewan)
3. Sitologi (Ilmu yang mempelajari kehidupan pada tingkat sel)
4. Histoloi (Ilmu yang mempelajari kehidupan pada tingkat jaringan)
5. Taksonomi (Ilmu yang mempelajari klasifikasai makhluk hidup)
6. Ekologi ( Ilmu yang mempelajari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkkungan)
7. Fisiologi ( Ilmu yang mempelajari fungsi alat tubuh)
8. Morfologi (Ilmu yang mempelajari bentuk-bentuk luar dari makhluk hidup)
9. Genetika (Ilmu yang mempelajari pewarisan sifat)
10. Evolusi (Ilmu yang mempelajari perkembangan dan hubungann kekerabatan makhluk hidup)
Seiring berlalunya waktu, biologi
mempelajari mengenai bentuk kehidupan di muka bumi.
Pada masa kini, biologi mencakup bidang akademik yang sangat luas, bersentuhan
dengan bidang-bidang sains yang lain, dan sering kali dipandang sebagai ilmu
yang mandiri. Sains (science) sendiri berasal dari bahasa latin yakni Scire
yang berarti mengetahui.
C. KINERJA ILMIAH &
a. Metode Ilmiah
-> Metode ilmiah merupakan metode yang tersusun secara sistematis untuk memecahkan suatu masalah yang tibul dalam ilmu pengetahuan.
-> Penelitian akan berhasil dengan baik apabila dilakukan sesuai dengan struktur
metode ilmiah. Sruktur metode ilmiah memiliki beberapa langkah yang terdiri
dari:
Perumusan masalah
Pembuatan kerangka berfikir
Membuat hipotesis
Menguji hipotesis
Merevisi hipotesis
Pengujian lanjutan sempai kesimpulan tercapai dan sebuah teori terbentuk
# Perumusan masalah merupakan langkah untuk mengetahui masalah yang akan
dipecahkan sehingga masalah tersebut menjadi jelas batasan, kedudukan, dan
alternatif cara untuk memecahkan masalah tersebut. Perumusan masalah juga
berarti pertanyaan mengenai suatu objek serta dapat diketahui faktor-faktor
yang berhubungan dengan objek tersebut.
# Pembuatan kerangka berfikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan
antar berbagai faktot yang berkaitan dengan objek dan dapat menjawab
permasalahan. Pembuatan kerangka berfikir menggunakan pola berfikir logis,
analitis, dan sintesis atas keterangan-keterangan yang diperoleh dari berbagai
sumber informasi.
Hipotesis merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu permasalahan.
Penyusunan hipotesis dapat berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang pernah
dilakukan oleh orang lain.
# Pengujian hipotesis dilakukan dengan cara menganalisis data. Data dapat
diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui percobaan atau
eksperimen. Percobaan yang dilakukan akan menghasilkan data berupa angka untuk
memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Pengujian hipotesis juga berarti
mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan hipotesis yang diajukan untuk
memperlihatkan apakah terdapat bukti-bukti yang mendukung hipotesis.
# Penarikan kesimpulan merupakan penilaian apakah sebuah hipotesis yang diajukan
itu ditolak atau diterima.Hipotesis yang diterima dianggap sebagai bagian dari
pengetahuan ilmiah, sebab telah memenuhi petrsyaratan keilmuan. Syarat keilmuan
yakni mempunyai kerangka penjelasan yang konsisten dengan pengetahuan ilmiah
sebelumnya serta telah teruji kebanarannya.
b. Sikap Ilmiah
~ Sikap ilmiah => sikaap terpuji yang dijunjung tinggi dan dijadikan pedoman dalam bersikap
~ Sikap ilmiah meliputi : jujur, berani, santun, ulet, optimis, teliti, mempunyai kepedulian yang tinggi, bertanggung jawab, memiliki rasa ingin tahu, dan menjadikan fakta sebagai dasar argumentasi.
c. Sifat Metode Ilmiah
~ Kesimpulan dapat berubah bila ditemukan bukti kebenaran yang baru
~ dapat diuji kembali kebbenarannya
d.Pengamatan objek biologi
~ Objek biologi => segala sesuatu fenomena alam yang diamati dan dipelajari
~ Objek kajian biologi => makhluk hidup yang terdiri atas kingdom monera, kingdom Protista, kingdom fungi, Kingdom animalia, dan kingdom plantae.
~ Pengamatan => proses mengenal sesuatu dengan memerhatikan suatu objek maupun peristiwa. Ada 2 maca pengamatan, yaitu :
1. Pengamatan kualitatif : pengamatan terhadap objek dengan menggunakan alat indra, tanpa mengacu pada pengukuran baku tertentu.
2. Pengamatan kuantitatif : pengamatan yanag dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang mengacu pada satuan pengukuran baku tertentu.
Contoh :
Pengamatan terhadap berat tanaman .
~Dari pengamatan yang dilakukan, diperoleh hasil yang disebut data. terdapat 2 macam data, yaitu :
1. Data kualitatif : data yang disajikan tidak dalam bentuk angka.
2. Data kuantitatif : data yang disajikan dalam bentuk angka.
~ Dalam ekspermen terdapat factor-factor yang memengaruhi percobaan. Faktor-faktor tersebut dinamakan variabel. Terdapat 4 macam variable, yaitu :
1. Variable bebas (independent variable) : factor yang nilainya dapat diubah-ubah
2. Variable terikat (dependent variable) : factor yang berubah tergntung perubahan variable bebas
3. Variabel control : factor yang berpengaruhdan dibuat sama serta terkendali.
4. variable pengganggu : factor yang dapat mempengaruhi hasil percobaan, tetapi tidak dapat diperkirakan sebelumnya
E. Mikroskop dan Keselamatan Kerja &
1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali.
Mikroskop jenis ini memiliki tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler,
dan kondensor.
2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa
digunakan untuk benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali.
3. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran sampai 100 ribu kali.
Elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Ada dua tipe pada mikroskop
elektron, yaitu mikroskop elektroscanning (SEM) dan mikroskop elektron
transmisi (TEM).
~ Bagian mekanik, meliputi:
1. kaki mikroskop : Berfungsi untuk menyangga mikroskop.
2. Sendi inklinalis : Berfungsi untuk mengubah sudut tegak lurus mikroskop,
3. Meja preraparat : Berfungsi untuk meletakkan objek yang akan diamati.
4. Penjepit : Berfungsi untuk menjepit kaca preparat.
5. Tabung : Berfungsi untuk mengatur focus yang menghubungkan lensa objektif dan lensa okuler.
6. Revolver : Berfungsi untuk memindahkan lensa.
7. Sekrup pemutar kasar : Berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat.
8. Sekrup pemutar halus : Berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat.
~ Bagian Optik
Bagian ini berupa lensa-lensa yang mampu membuat bayangan benda menjadi lebih besar. Ada dua macam lensa, lensa yang dekat dengan mata disebut lensa okuler atau lubang pengintai. Kekuatan perbesaran biasanya tertulis pada permukaanya, misalnya 10× dan lain-lain. Lensa yang dekat dengan benda/objek pengamatan disebut lensa objektif dan terpasang pada revolver. Kekuatan perbesaran berbeda-beda misalnya 10×, 20×, maupun 40×. Lensa objektif dapat diatur sesuai dengan pilihan yang kita perlukan dengan cara memutar revolver (tempat lensa objektif). Masih ada satu lagi lensa kondensor yang berfungsi mengumpulkan cahaya atau menerangi objek yang diamati. Perbesaran yang tampak pada pengamatan merupakan hasil kali dari lensa okuler dan lensa objektif yang digunakan. Contohnya, bila kamu menggunakan lensa okuler 10× dan objektif 20× maka perbesarannya adalah 10 × 20 atau sama dengan 200×. Ini berarti benda yang diamati melalui mikroskop telah diperbesar 200×.
Bagian ini berupa lensa-lensa yang mampu membuat bayangan benda menjadi lebih besar. Ada dua macam lensa, lensa yang dekat dengan mata disebut lensa okuler atau lubang pengintai. Kekuatan perbesaran biasanya tertulis pada permukaanya, misalnya 10× dan lain-lain. Lensa yang dekat dengan benda/objek pengamatan disebut lensa objektif dan terpasang pada revolver. Kekuatan perbesaran berbeda-beda misalnya 10×, 20×, maupun 40×. Lensa objektif dapat diatur sesuai dengan pilihan yang kita perlukan dengan cara memutar revolver (tempat lensa objektif). Masih ada satu lagi lensa kondensor yang berfungsi mengumpulkan cahaya atau menerangi objek yang diamati. Perbesaran yang tampak pada pengamatan merupakan hasil kali dari lensa okuler dan lensa objektif yang digunakan. Contohnya, bila kamu menggunakan lensa okuler 10× dan objektif 20× maka perbesarannya adalah 10 × 20 atau sama dengan 200×. Ini berarti benda yang diamati melalui mikroskop telah diperbesar 200×.
b. Bagian Penerangan
Salah satu syarat sediaan (preparat) dapat diamati dengan jelas adalah pencahayaan yang cukup. Untuk menangkap dan memantulkan cahaya yang masuk, mikroskop dilengkapi dengan reflektor berupa cermin. Cermin tersebut memiliki 2 sisi, datar dan cekung. Permukaan yang datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang, sedangkan bagian yang cekung digunakan bila cahaya kurang terang. Di bawah meja objek, dapat kita temukan bagian yang berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Bagian ini disebut diafragma, di dalamnya terdapat lubang-lubang berupa lingkaran yang dapat diputar, ada yang besar maupun kecil. Semakin kecil diafragma yang digunakan semakin kecil pula cahaya yang masuk ke dalam mikroskop, demikian juga sebaliknya.
Salah satu syarat sediaan (preparat) dapat diamati dengan jelas adalah pencahayaan yang cukup. Untuk menangkap dan memantulkan cahaya yang masuk, mikroskop dilengkapi dengan reflektor berupa cermin. Cermin tersebut memiliki 2 sisi, datar dan cekung. Permukaan yang datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang, sedangkan bagian yang cekung digunakan bila cahaya kurang terang. Di bawah meja objek, dapat kita temukan bagian yang berfungsi mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Bagian ini disebut diafragma, di dalamnya terdapat lubang-lubang berupa lingkaran yang dapat diputar, ada yang besar maupun kecil. Semakin kecil diafragma yang digunakan semakin kecil pula cahaya yang masuk ke dalam mikroskop, demikian juga sebaliknya.
c. Keselamatan Kerja
~ Hindari bahan-bahan yang berbahaya dan jangan menggunakannya tanpa pengawasan.
~ Gunakan alat-alat yang dianjurkan saat berada di dalam labolatorium, seperti sarung tangan, jaket labolatorium, masker, dan lail lain.
~ Mamatuhi tata tertib dan aturan keselamatan kerja di labolatorium,
2. Simbol Bahaya
Untuk keselamatan kerja dan mengenali sifat bahan-bahan yang ada di laboratorium, khususnya bahan kimia berbahaya, biasanya pada botol bahan kimia tertempel label simbol-simbol bahaya. Suatu bahan kimia dapat mempunyai lebih dari satu simbol. Simbol-simbol itu antara lain tercantum pada tabel berikut.
Terimakasih sudah mengunjingi blog ini, dan jika ada kesalahan mohon dimaklumi, karena saya hanya manusia - biasa. J J J



Tidak ada komentar:
Posting Komentar